Rabu, 13 April 2011

Diskriminasi Media Massa



Diposkan oleh : Afifuddin


Sebuah pepatah mengatakan “jika anda ingin menguasai Dunia maka kuasai media (informasi)”. Benar tidaknya pepatah tersebut, yang jelas dewasa ini media massa memiiki fungsi strategis dalam kontrol sosial masyarakat. Tak dipungkiri pula bahwa media massa punya andil besar dalam mempengaruhi kebijakan sang pengampu kebijakan sebuah negri, termasuk di Indonesia.

Karena pemberitaan media pula, banyak kasus yang terjadi ditengah-tengah masyarakat membuat pihak berwenang segera bertindak cepat untuk menyelesaikan persoalan. Disisi lain, disadari atau tidak, media juga telah menjadi alat untuk mengalihkan perhatian masyarakat atas isu yang mengancam kekuasan.

Media yang baik tentu adalah media yang bersikap objektif, adil, dan tidak deskriminatif terhadap sebuah golongan masyarakat di dalam pemberitaannya. Selain itu media tersebut harus mampu merekontruksi masyarakat dan Negara untuk menuju kebaikan. Dalam konteks keindonesian, untuk menuju Indonesia yang lebih baik dan berkeadilan.

Namun sayang, terkadang hal itu belum dapat terpenuhi sepenuhnya oleh media-media umum cetak maupun elektronik di Indonesia saat ini. Khususnya apabila hal ini menyangkut permasalahan Islam dan kaum muslim di negri ini.

Apakah saat ini media benar-benar sudah terkena imbas dari sebuah rekomendasi oleh seorang pengamat dari barat , Ariel Kohen, berikut: “AS harus menyediakan dukungan kepada media lokal untuk membeberkan contoh-contoh negatif dari aplikasi syariah)”. Sedangkan ide-ide yang harus terus menerus diangkat ialah menjelekkan citra Islam: perihal demokrasi dan HAM, poligami, sanksi kriminal, keadilan Islam, minoritas, pakaian wanita,kebolehan suami untuk memukul istri.” (Cheril Benard, Cicil democratic Islam, partners, resources, and strategies, the rand corporation halaman.1-24).

Apa yang terjadi di Medan serta beberapa tempat lain adalah salah contoh dari sekian banyak contoh. Bahwa telah terjadi pembakaran dan pengrusakan terhadap rumah-rumah Allah, namun nyaris tanpa pemberitaan dari media massa. Hal ini bertolak belakang jika kejadian sama menimpa tempat ibadah lain, maka ramai-ramai umat Islam yang akan langsung dikambing hitamkan. Gegap gempita pemberitaannya pun begitu terasa.

Sebagaimana dalam keterangan pers realease PAHAM (Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia) Indonesia sebagaimana dikutip voa-islam.com (13/4) bahwa telah terjadi beberapa aksi anarkis terhadap beberapa Masjid, diantaranya:

1. Pembakaran dan pengrusakan Masjid Nur Hikmah di Dusun Lima Desa Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.

2. Pembakaran dan pengrusakan Masjid Taqwa di Kelurahan Aek Loba, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.

3. Pembongkaran Masjid Al IKhlas di Jl. Timur No. 23, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

4. Pembakaran rumah, pengrusakan masjid dan penganiayaan massif di Jl. Kp Melayu, Selambo, Dusun Tiga, Desa Amplas, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deli Serdang, Medan.

5. Pembakarn Masjid Fii Sabilillah di Jl. Lintas Tobasa, Lumban Lowu, Kabupaten Toba Samosir, Toba Samosir.

6. Pembakaran Masjid Besitang, Desa Selamet, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

Contoh lain, media juga gampang sekali mencap seorang muslim sebagai teroris meski si fulan belum terbukti sebagai teroris. Justru yang jelas-jelas teroris, misalnya Tibo Cs. Terpidana hukuman mati kasus Poso dahulu juga tak pernah mendapat gelar teroris, padahal sudah terbukti melakukan teror. Begitu pula kasus-kasus anarkis yang melibatkan umat Islam, dengan hanya memberitakan kulit luar persoalan.

Dikhawatirkan jika kemudian ada reaksi dari umat Islam atas kejadian ini, lalu hanya umat Islam yang disalahkan tanpa melihat duduk persoalan. Bagaimanapun tindakan pengrusakan terhadap tepat ibadah yang sah secara hukum adalah jelas tidak ditolelir, maka harus segera ditindak tegas.

Kepada pihak berwenang, kita berharap untuk segera mengusut tuntas kejadian ini tanpa menunggu tekanan publik guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dan memberi hukum setimpal bagi para pelakunya. Buktikan bahwa negri ini adalah Negara hukum. Hukum harus ditegakkan untuk semua warga Negara, bukan hanya untuk kelompok tertentu saja.

‘Alakullihal, saat ini kita rindu dan membutuhkan sebuah sistem yang mampu mengatur dengan baik sebuah Negara yang berpenduduk hiterogen atau majemuk. Menciptakan ketentraman bersama bagi setiap pemeluk agama, baik Islam maupun Non Muslim.

Menjadikan media massa yang lebih bermakna. Bagi Negara khilafah, di dalam negri media berfungsi untuk membangun masyarakat islami yang kokoh . Sedang di luar negeri, ia berfungsi untuk menyebarkan Islam, baik dalam suasana perang maupun damai, untuk menunjukkan keagungan ideologi Islam sekaligus membongkar kebobrokan ideologi kufur buatan manusia. (Masyru’ Dustur Dawlah al-Khilafa, alwaie 10/2008)

Suatu contoh kehidupan sebuah masyarakat yang begitu indah. Hingga membuat orang barat sekalipun memberikan kredit positif, simak saja penuturan TW Arnold dalam The Preaching of Islam berikut: “ Ketika Konstantinopel kemudian dibuka oleh keadilan Islam pada 1453, Sultan Muhammad II menyatakan dirinya sebagai pelindung Gereja Yunani. Penindasan pada kaum Kristen dilarang keras dan untuk itu dikeluarkan sebuah dekrit yang memerintahkan penjagaan keamanan pada Uskup Agung yang baru terpilih, Gennadios, beserta seluruh uskup dan penerusnya. Hal yang tak pernah didapatkan dari penguasa sebelumnya. Gennadios diberi staf keuskupan oleh Sultan sendiri. Sang Uskup juga berhak meminta perhatian pemerintah dan keputusan Sultan untuk menyikapi para gubernur yang tidak adil,”.

Sangat terkutuk pihak yang telah membakar dan merusak masjid-masjid itu. Hal ini menunjukkan bahwa Islam saat ini sedang diremehkan dan dilecehkan. Sungguh, kita sangat merindukan sistem Islam itu. Sistem yang akan menjaga kemuliaan kaum muslim dan memberikan perlakuan yang baik bagi non muslim. Aneh kalau masih ada yang tidak rindu. Wallahu a’lam.

Oleh : Ali Mustofa

http://www.facebook.com/notes/komunitas-rindu-syariah-khilafah/sebarkan-diskriminasi-media-massa/10150114834137537

Smeck Hooligan Kecam Penyerangan Bus Persiraja

MEDAN - Ketua Smeck Hooligan, Nata Simangunsong membantah keras keterlibatan pihaknya dalam penyerangan bus Persiraja di Jalan Bukit Barisan, Medan Barat, Selasa (12/4) malam.
Dia mengecam dan siap membantu polisi menangkap pelaku penyerangan itu. "Tidak satu pun anggota kami yang terlibat. Kami bersahabat dengan Skull (suporter Persiraja), dan akan tangkap sendiri pelakunya," kata Simangunsong.

Dugaan kuat, penyerangsan itu dilakukan oknum anggota PSMS Fans Club, yang diyakini terpancing dengan kericuhan saat pertandingan digelar. Sekadar diketahui, sedikitnya terdapat tiga kelompok besar pendukung PSMS, yakni Smeck Hooligan, Kampak FC, dan PSMS Fans Club.

Sekretaris Umum Persiraja Atqia Abubakar menyesalkan kejadian ini, dan belum mengetahui oknum yang melempari bus tersebut. Namun, katanya
jumlahnya cukup banyak. “kami sudah laporkan kasus ini ke Pos Polantas yang berada di Lapangan Merdeka Medan untuk ditindaklanjuti,” kata
Atqia.

Ketua Pengcab PSSI Aceh Zainuddin Hamid yang dikonfirmasi Serambinews.com, menyesali kejadian tersebut. Pelemparan bus
yang membawa sejumlah pemain dan official Persiraja ke penginapan, yang menyebabkan kaca bus hancur, dan sedikitnya enamorang terluka.(Rahmad/Parlaungan Lubis)

Selasa, 12 April 2011

Bahaya meniup makanan dan minuman yang masih panas

Disadur oleh Afifuddin

Biasanya ketika kita makan makanan atau minuman yang panas maka kita meniupnya agar makanan atau minuman yang masuk ke mulut kita menjadi dingin. Hal ini dapat berisiko terhadap kesehatan kita dikarenakan makanan atau minuman yang masih panas tersebut akan mengeluarkan uap air yang mana kita tahu uap air adalah H2O(aq).

Jika kita meniupnya, maka kita akan mengeluarkan gas CO2 dari dalam mulut. menurut reaksi kimia, apabila uap air bereaksi dengan karbondioksida akan membentuk senyawa asam karbonat (carbonic acid) yang bersifat asam.

H2O + CO2 => H2CO3

Perlu kita tahu bahwa didalam darah itu terdapat H2CO3 yang berguna untuk mengatur pH (tingkat keasaman) di dalam darah. Darah adalah Buffer (larutan yang dapat mempertahankan pH) dengan asam lemahnya berupa H2CO3 dan dengan basa konjugasinya berupa HCO3-sehingga darah memiliki pH sebesar 7,35 – 7,45 dengan reaksi sebagai berikut:

CO2 + H20 <= H2CO3 => HCO3- + H+

Tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah. Adanya kelainan pada mekanisme pengendalian pH tersebut, bisa menyebabkan salah satu dari 2 kelainan utama dalam keseimbangan asam basa, yaitu asidosis atau alkalosis.

Asidosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung asam (atau terlalu sedikit mengandung basa) dan sering menyebabkan menurunnya pH darah.
Sedangkan Alkalosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung basa (atau terlalu sedikit mengandung asam) dan kadang menyebabkan meningkatnya pH darah.

Kembali lagi ke permasalahan awal, dimana makanan kita tiup, lalu karbondioksida dari mulut kita akan berikatan dengan uap air dari makanan dan menghasilkan asam karbonat yang akan mempengaruhi tingkat keasaman dalam darah kita sehingga akan menyebabkan suatu keadaan dimana darah kita akan menjadi lebih asam dari seharusnya sehingga pH dalam darah menurun, keadaan ini lebih dikenal dengan istilah asidosis.

Seiring dengan menurunnya pH darah, pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat sebagai usaha tubuh untuk menurunkan kelebihan asam dalam darah dengan cara menurunkan jumlah karbon dioksida.
Pada akhirnya, ginjal juga berusaha mengkompensasi keadaan tersebut dengan cara mengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih.
Tetapi kedua mekanisme tersebut tidak akan berguna jika tubuh terus menerus menghasilkan terlalu banyak asam, sehingga terjadi asidosis berat. Sejalan dengan memburuknya asidosis, penderita mulai merasakan kelelahan yang luar biasa, rasa mengantuk, semakin mual dan mengalami kebingungan. Bila asidosis semakin memburuk, tekanan darah dapat turun, menyebabkan syok, koma dan bahkan kematian.

oleh benedict

di: http://klikbelajar.com/pelajaran-sekolah/pelajaran-kimia/bahaya-meniup-makanan-dan-minuman-yang-masih-panas/


Jumat, 08 April 2011

Bunda, Aku Sayang Kamu

Diposkan oleh: Afifuddin

Apa yang paling dinanti seorang wanita yang baru saja menikah ?
Sudah pasti jawabannya adalah : k-e-h-a-m-i-l-a-n.
Seberapa jauh pun jalan yang harus ditempuh, Seberat apa pun langkah yang mesti diayun, Seberapa lama pun waktu yang harus dijalani, Tak kenal menyerah demi mendapatkan satu kepastian dari seorang bidan: p-o-s-i-t-i-f.

Meski berat, tak ada yang membuatnya mampu bertahan hidup kecuali benih dalam kandungannya.
Menangis, tertawa, sedih dan bahagia tak berbeda baginya, karena ia lebih mementingkan apa yang dirasa si kecil di perutnya.

Seringkali ia bertanya : menangiskah ia? Tertawakah ia? Sedihkah atau bahagiakah ia di dalam sana?

Bahkan ketika waktunya tiba, tak ada yang mampu menandingi cinta yang pernah diberikannya, ketika itu mati pun akan dipertaruhkannya asalkan generasi penerusnya itu bisa terlahir ke dunia.

Rasa sakit pun sirna, ketika mendengar tangisan pertama si buah hati, tak peduli darah dan keringat yang terus bercucuran.
Detik itu, sebuah episode cinta baru saja berputar.

Tak ada yang lebih membanggakan untuk diperbincangkan selain anak.
Tak satu pun tema yang paling menarik untuk didiskusikan bersama rekan sekerja, teman sejawat, kerabat maupun keluarga, kecuali anak.

Si kecil baru saja berucap "Ma?" segera ia mengangkat telepon untuk mengabarkan ke semua yang ada di daftar telepon.

Saat baru pertama berdiri, ia pun berteriak histeris, antara haru, bangga dan sedikit takut si kecil terjatuh dan luka.

Hari pertama sekolah adalah saat pertama kali matanya menyaksikan langkah awal kesuksesannya. Meskipun disaat yang sama, pikirannya terus menerawang dan bibirnya tak lepas berdoa, berharap sang suami tak terhenti rezekinya.

Agar langkah kaki kecil itu pun tak terhenti di tengah jalan.

"Demi anak", "Untuk anak", menjadi alasan utama ketika ia berada di pasar berbelanja keperluan si kecil.

Saat ia berada di pesta seorang kerabat atau keluarga dan membungkus beberapa potong makanan dalam tissue.

Ia selalu mengingat anaknya dalam setiap suapan nasinya, setiap gigitan kuenya, setiap kali hendak berbelanja baju untuknya.

Tak jarang, ia urung membeli baju untuk dirinya sendiri dan berganti mengambil baju untuk anak.

Padahal, baru kemarin sore ia membeli baju si kecil.

Meski pun, terkadang ia harus berhutang. Lagi-lagi atas satu alasan, demi anak.

Di saat pusing pikirannya mengatur keuangan yang serba terbatas, periksalah catatannya.

Di kertas kecil itu tertulis: 1. Beli susu anak; 2. Uang sekolah anak.

Nomor urut selanjutnya baru kebutuhan yang lain. Tapi jelas di situ, kebutuhan anak senantiasa menjadi prioritasnya.

Bahkan, tak ada beras di rumah pun tak mengapa, asalkan susu si kecil tetap terbeli.

Takkan dibiarkan si kecil menangis, apa pun akan dilakukan agar senyum dan tawa riangnya tetap terdengar.

Ia menjadi guru yang tak pernah digaji, menjadi pembantu yang tak pernah dibayar, menjadi pelayan yang sering terlupa dihargai, dan menjadi babby sitter yang paling setia.

Sesekali ia menjelma menjadi puteri salju yang bernyanyi merdu menunggu suntingan sang pangeran.

Keesokannya ia rela menjadi kuda yang meringkik, berlari mengejar dan menghalau musuh agar tak mengganggu.

Atau ketika ia dengan lihainya menjadi seekor kelinci yang melompat-lompat mengelilingi kebun, mencari wortel untuk makan sehari-hari. Hanya tawa dan jerit lucu yang ingin didengarnya dari kisah-kisah yang tak pernah absen didongengkannya.

Kantuk dan lelah tak lagi dihiraukan, walau harus menyamarkan suara menguapnya dengan auman harimau. Atau berpura-pura si nenek sihir terjatuh dan mati sekadar untuk bisa memejamkan mata barang sedetik. Namun, si kecil belum juga terpejam dan memintanya menceritakan dongeng ke sekian.

Dalam kantuknya, ia pun terus mendongeng.

Tak ada yang dilakukannya di setiap pagi sebelum menyiapkan sarapan anak-anak yang akan berangkat ke sekolah..

Tak satu pun yang paling ditunggu kepulangannya selain suami dan anak-anak tercinta. Serta merta kalimat, "sudah makan belum?" tak lupa terlontar saat baru saja memasuki rumah. Tak peduli meski si kecil yang dulu kerap ia timang dalam dekapannya itu, sekarang sudah menjadi orang dewasa yang bisa saja membeli makan siangnya sendiri di sekolah/kampus.

Hari ketika si anak yang telah dewasa itu mampu mengambil keputusan terpenting dalam hidupnya, untuk menentukan jalan hidup bersama pasangannya, siapa yang paling menangis? Siapa yang lebih dulu menitikkan air mata? Lihatlah sudut matanya, telah menjadi samudera air mata dalam sekejap. Langkah beratnya ikhlas mengantar buah hatinya ke kursi pelaminan.

Ia menangis melihat anaknya tersenyum bahagia dibalut gaun pengantin. Di saat itu, ia pun sadar, buah hati yang bertahun-tahun menjadi kubangan curahan cintanya itu tak lagi hanya miliknya. Ada satu hati lagi yang tertambat, yang dalam harapnya ia berlirih, "Masihkah kau anakku?"

Saat senja tiba. Ketika keriput di tangan dan wajah mulai berbicara tentang usianya. Ia pun sadar, bahwa sebentar lagi masanya kan berakhir.

Hanya satu pinta yang sering terucap dari bibirnya, "Bila ibu meninggal, ibu ingin anak-anak ibu yang memandikan. Ibu ingin dimandikan sambil dipangku kalian".

Tak hanya itu, imam shalat jenazah pun ia meminta dari salah satu anaknya.

"Agar tak percuma ibu mendidik kalian menjadi anak yang shalih & shalihat sejak kecil," ujarnya.

Duh ibu, semoga saya bisa menjawab pintamu itu kelak. Bagaimana mungkin saya tak ingin memenuhi pinta itu? Sejak saya kecil ibu telah mengajarkan arti cinta sebenarnya.

Ibulah madrasah cinta saya,
Ibulah sekolah yang hanya punya satu mata pelajaran, yaitu "cinta".
Sekolah yang hanya punya satu guru yaitu "pecinta".
Sekolah yang semua murid-muridnya diberi satu nama: "anakku tercinta".



(Terima kasih untuk seorang bunda yang telah membagi catatan ini...)

oleh : Zulia Ilmawati
________________________________________________________________


“Sampaikanlah walaupun hanya satu ayat”
Jika ikhwan wa akhwat fiLLAH meyakini adanya kebenaran di dalam tulisan dan fans page ini, serta ingin meraih amal shaleh, maka sampaikanlah kepada saudaramu yang lain. Bagikan (share) tulisan/gambar ini kepada teman-teman facebook yang lain dan mohon bantuannya untuk mengajak teman-teman anda sebanyak mungkin di KOMUNITAS RINDU SYARIAH & KHILAFAH, agar syiar kebaikan dapat LEBIH TERSEBAR LUAS DI BUMI INI....

fans page KOMUNITAS RINDU SYARIAH & KHILAFAH

http://www.facebook.com/SyariahKhilafah


Ikhwan wa akhwat fiLLAH juga bisa mentag pada gambar ini....
________________________________________________________________

ikhwan wa akhwat fiLLAH mari bersama dukung gerakan HIDUP SEJAHTERA DI BAWAH NAUNGAN KHILAFAH, dengan menyukai fans page di bawah ini.

fans page HIDUP SEJAHTERA DI BAWAH NAUNGAN KHILAFAH

http://www.facebook.com/hidupsejahteradibawahnaungankhilafah


________________________________________________________________

Jazaakumullah Khairan wa Syukron Katsiiran 'Alaa Husni Ihtimaamikum.

post : kak

Kamis, 22 April 2010

Doa Agar Terhindar Dari Hutang Dan Gelisah

Doa Agar Terhindar Dari Hutang Dan Gelisah


Malam yang hening, bila kita renungkan lebih mendalam terkadang kita tanpa sengaja berhutang karena sebuah kondisi yang memaksa kita. Entah karena kegiatan bisnis yang kita lakukan atau karena terdesak kebutuhan hidup. Masalah yang timbul kemudian malah membuat hidup kita menjadi gelisah.

Maka selain melalui ikhtiar menyelesaikan hutang dengan perencanaan keuangan yang baik juga usaha secara optimal. Berdoalah sebab dengan berdoa sama seperti halnya usaha untuk meningkatkan produktifitas yang kita lakukan. Seperti doa berikut dibawah ini.

Allahuma inni a'udzubika minal hammi wal hazani wa a'udzubika minal ajzi wal kasali wa a'udzubika min ghalabatid dayni wa qahrir rijaali.

'Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemurungan dan kesusahan, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan aku berlindung kepada-mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari tekanan hutang dan paksaan orang lain.'

Amin ya robbal alamin.
sumber : http://agussyafii.blogspot.com/2010/04/doa-agar-terhindar-dari-hutang-dan.html

Sabtu, 17 April 2010

Ratapan Seorang Ibu

Pada suatu malam Jum’at aku berada di suatu pekuburan. Aku tertidur di sana. Dalam tidurku aku bermimpi melihat sebuah kuburan yang membelah. Lalu, keluarlah beberapa orang yang telah mati. Mereka duduk melingkar. Tiba-tiba jatuhlah sebuah talam yang tertutup. Di antara mayat-mayat itu ada anak muda yang disiksa dengan berbagai jenis siksa.

Aku mendekati pemuda itu dan berkata, “Hai anak muda! Ada apa denganmu? Mengapa engkau disiksa sementara kaummu tidak?”

Dia menjawab, “Hai Shalih! Demi Allah, engkau harus menyampaikan apa yang aku perintahkan dan amanahkan kepadamu! Bantulah keterasinganku! Mudah-mudahan Allah menjadikan jalan keluar bagiku dari siksa ini melaluimu.

Ketika meninggal, aku mempunyai seorang ibu. Ibuku mengumpulkan beberapa orang untuk meratapiku. Setiap hari mereka meratapiku. Akibat ratapan itulah aku disiksa api dari kanan dan kiri, dari depan dan dari belakang. Ratapan mereka membuatku mendapat keburukan ini. Mudah-mudahan Allah tidak memberikan kebaikan kepadanya.

Setelah mengucapkan kata-kata itu, pemuda itu menangis. Aku ikut menangis pula.

Lalu ia berkata lagi kepadaku, “Hai Shalih! Tolong engkau temui ibuku.” (Pemuda itu memberi tahu daerah tinggal ibunya)

“Lalu katakan olehmu padanya; Mengapa engkau menyiksa anakmu yang engkau lindungi dari berbagai bahaya?? Mengapa engkau menjerumuskanku ke dalam siksa?? Wahai ibu!! Jika engkau melihatku, sementara berbagai belenggu berada di atas pundakku, rantai mengikat membelit kakiku, dan malaikat menyiksa memukuliku dan menghardikku, engkau akan merasa kasihan kepadaku. Apabila engkau tidak menghentikan perbuatanmu, meratapiku, aku akan mendakwamu pada Hari Penghisaban.”

Aku terbangun kaget aku termenung di tempatku dalam keadaan bingung hingga fajar.

Ketika waktu subuh tiba, aku masuk ke sebuah kampung. Aku tidak punya tekad apapun kecuali mendatangi daerah tempat tinggal ibu anak muda tadi. Aku mendapat kabar dari penduduk kampung tentang sang ibu itu. Aku segera datang ke tempat yang di tunjukkan oleh orang kampung. Ternyata, pintu rumah si ibu itu terbuka. Suara orang-orang meratap terdengar dari dalam.

Aku mengetuk pintu, tampak seorang ibu dengan mengenakan baju hitam. Sementara itu, mukanya tampak hitam akibat banyak menangis dan dipukuli oleh tangannya sendiri.

Dia berkata kepadaku, “Siapakah engkau??”

Aku berkata, “Aku Shalih al-Marri. Pada suatu malam aku menemukan kejadian begini dan begini…” (ia menceritakan kejadian yang dialaminya)

Ketika mendengar apa yang aku katakan, dia pingsan dan tersungkur ke tanah. Ketika sadar ia menangis keras.

Dia berkata, “Duhai anakku! Jika mengetahui akan seperti itu keadaanmu akibat ulahku, aku tidak akan melakukan perbuatan seperti itu. Sekarang aku bertobat dari perbuatan ini.”

Setelah mengucapkan perkataan itu, si ibu masuk ke dalam dan perempuan-perempuan yang ikut meratap dibubarkan. Dia mengganti baju yang tadi ia pakai. Lalu, ia mengeluarkan sebuah kantung kecil yang di dalamnya berisi uang dirham yang sangat banyak.

Dia berkata, “Wahai Shalih! Tolong engkau sedekahkan uang ini atas nama anakku.”

Setelah itu aku berpamitan kepadanya dan mendoakan kebaikannya. Aku pergi untuk menyedekahkan uang tersebut.

Ketika malam Jum’at berikutnya tiba, aku mendatangi lagi perkuburan tersebut. Dan aku tertidur lagi di sana. Dalam tidur itu aku bermimpi melihat ahli kubur keluar dan melingkar. Tiba-tiba sebuah talam meluncur dari atas. Pemuda itu tertawa dan tampak bahagia. Ketika melihatku, dia menghampiriku dan berkata, “Hai Shalih! Semoga Allah membalas kebaikanmu. Allah telah meringankan siksaku. Hal itu disebabkan oleh ibuku sudah tidak meratapiku. Dan apa yang disedekahkannya sampai kepadaku.”

Aku bertanya tentang talam yang turun kepada mereka. Pemuda itu menjawab, “Talam itu adalah hadiah dari orang-orang yang hidup kepada orang yang telah meninggal. Ia berupa sedekah, bacaan dan doa. Sekarang engkau kembali kepada ibuku dan ucapkan salam dariku serta sampaikan semoga Allah membalas kebaikan kepadanya.

Hukum meratapi orang meninggal :

Rasulullah bersabda : “Tidak termasuk golongan kami orang yang menampar pipi dan merobek-robek pakaian dan menyeru dengan seruan jahiliah.” (HR. Bukhari)

Zainab binti Abu Salamah meriwayatkan dari Ummu Habibah isteri Nabi s.a.w. ketika ayahnya, Abu Sufyan meninggal dunia. Dia juga meriwayatkan dari Zainab binti Jahsy ketika saudaranya yang laki-laki meninggal dunia. Kedua isteri Nabi ini tidak memakai uangi-uangian, kemudian ia berkata: “Demi Allah, saya tidak lagi memerlukan uangi-uangian, namun saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidak halal seorang perempuan yang beriman kepada Allah dan hari akhir, berkabung karena kematian, lebih dari tiga malam, kecuali atas kematian suami, maka harus berkabung empat bulan sepuluh hari.” (Riwayat Bukhari)

Berkabungnya isteri karena meninggalnya suami adalah wajib yang sama sekali tidak boleh diabaikannya, sebab ada satu riwayat sebagai berikut:

“Telah datang seorang perempuan kepada Nabi s.a.w. kemudian ia berkata: sesungguhnya anak perempuanku ditinggal mati oleh suaminya dan matanya menjadi bengkak (karena menangis), apakah boleh saya suruh dia memakai celak? Maka jawab Rasulullah: Tidak! Dua kali atau tiga kali, tiap kali ditanya selalu menjawab tidak.” (HR. Bukhari dari Ummu Habibah)

Lalu Riwayat pada zaman Umar bin Khattab :

Diriwayatkan, bahwa Umar Ibnul-khattab pernah mendengar sementara perempuan menangis karena kematian Khalid bin al-Walid, kemudian ada sementara orang laki-laki yang hendak melarangnya, maka kepada si laki-laki tersebut, Umar berkata: “Biarkanlah dia menangis karena kematian Abu Sulaiman ini (Khalid bin Walid), selama tangisnya itu tidak menabur-naburkan debu di atas kepalanya dan tidak teriak-teriak.“

sumber : http://un2kmu.wordpress.com

Senin, 12 April 2010

Pasang Iklan & Publisher

Dear teman-teman semua,..

Pada posting kali ini, saya ingin menyampaikan sebuah kabar gembira untuk Anda semua. Kabar gembiranya adalah: telah diluncurkan sebuah jaringan PPC baru, bernamaNegeriAds.Com.

PPC Ads Network lagi? Betul sekali. Tapi tentu, jaringan baru ini tidak akan seperti yang lainnya. Jaringan PPC ini akan lebih user friendly, responsif dan tentunya juga lebih membawa untung untuk semua pihak.

Bagi Anda yang tertarik untuk menjadi advertiser, untuk menyebarkan iklan tentang produk-produk Anda, atau produk-produk yang Anda affiliasikan, bisa mulai mencoba untuk mengiklankannya di jaringan NegeriAds.Com.

Cost per Click (CPC) sangat murah, hanya mulai Rp 400 / klik / iklan. Dan dengan dilindungi oleh sistem Anti Fraud (1 klik / IP / hari), Anda bisa lebih tenang dan yakin bahwa setiap sen uang yang Anda keluarkan tidak sia-sia.

Bagi para affiliate dan reseller, Anda bisa menjadikan jaringan NegeriAds.Com pilihan alternatif (atau bahkan pilihan utama) untuk beriklan. Bagi para product owner, Anda pun bisa melakukan hal serupa plus merekomendasikan jaringan baru ini kepada para affiliate dan reseller Anda (karena persaingan di jaringan PPC lain sudah ketat).

Untuk mereka yang ingin menjadikan blog / website yang sudah dimiliki sebagai sebuahmesin uang, segeralah bergabung menjadi publisher NegeriAds.Com, dan mulai jaring komisi dari klak-klik pengunjung pada blog / website Anda. Pendaftaran publisher 100% GRATIS.

NegeriAds.Com memberikan sharing profit yang adil, 50%-50% antara network owner dan para publisher. Untuk jenis dan ukuran iklan, disediakan berbagai ukuran iklan berbasis text dan gambar dengan standard tampilan yang sesuai dengan ukuran IAB.

Minimum payout hanya Rp 50.000 dan dibayar dalam waktu 7-14 hari setelah request komisi dilakukan. Ini jauh lebih baik daripada banyak jaringan PPC lainnya yang baru melakukan pembayaran setelah 30 atau bahkan 40 hari setelah payout diminta... mana mau nunggu lama-lama.

Pada akhirnya, saya rasa NegeriAds adalah tempat yang tepat bila Anda ingin menjadi seorang Advertoser atau Publisher untuk market Indonesia.

Untuk Anda yang ingin tahu lebih banyak tentang NegeriAds.Com dan ingin mendaftar (sebagai Advertiser atupun Publisher), silakan segera datang ke:

•••> http://negeriads.com/index.php?r=693

Selamat mencoba menjadi publisher NegeriAds.

Salam sukses untuk Anda!