Rabu, 23 Desember 2009

Urutan Tanda Kiamat

URUTAN TANDA-TANDA HARI KIAMAT

1. Perang Armageddon

2. Munculnya Al Mahdi

3. Perang Melawan Semenanjung Arabia

4. Perang Melawan Persia

5. Pengkhianatan Kaum Rum dan kedatangan mereka memerangi kaum Muslimin

6. Al-Mahamah Kubra

7. Penaklukan Konstantin

8. Munculnya Dajjal

9. Turunnya Isa Al Masih dan terbunuhnya Dajjal

10. Perang Melawan Yahudi

11. Penaklukan Roma

12. Peperangan dengan Turki

13. Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj

14. Meninggalnya Imam Mahdi

15. Meninggalnya Isa Al Masih

16. Masa-masa Aman

17. Keluarnya binatang bumi

18. Terbitnya matahari dari Barat

19. Keluarnya Asap

20. Pembenaman bumi di Timur

21. Pembenaman bumi di Barat

22. Pembenaman bumi di tanah Arab

23. Keluarnya Api

24. BERDIRINYA KIAMAT

Selasa, 22 Desember 2009

Adab ketika di Masjid

ADAB KETIKA di MASJID

Masjid merupakan tempat ibadah kaum muslimin, karena itu kita harus menghormatinya. Berada di masjid tidak boleh bersikap sembarangan. Ada beberapa etika yang harus kita junjung kalau kita berada di masjid, yaitu sebagai berikut :

1. Berdoa disaat pergi ke masjid
Berdasarkan hadits Ibnu Abbas beliau menyebutkan, “Adalah Rasulullah saw. apabila Ia keluar (rumah) pergi shalat (di masjid) berdo’a, ‘Ya Allah swt. Jadikanlah cahaya di dalam hatiku, dan cahaya pada lisanku, dan jadikanlah cahaya pada pendengaranku dan cahaya pada penglihatanku, dan jadikanlah cahaya dari belakangku dan cahaya dari depanku, dan jadikanlah cahaya dari atasku dan cahaya dari bawahku. Ya Allah swt. anugerahilah aku cahaya dari bawahku. Ya Allah swt. Anugerahilah aku cahaya’.” (Muttafaq ‘Alaih)

2. Berjalan menuju Masjid untuk sholat dengan tenang dan khidmat.
Rasulullah saw. telh bersabda, “Apabila sholat telah diiqamatkan, maka janganlah kamu datang menujunya dengan berlari, tapi datanglah kepadanya dengan berjalan dan memperhatkan ketenangan. Maka apa (bagian sholat) yang kamu dapati ikutilah dan yang tertinggal sempurnakanlah.” (Muttafaq ‘Alaih)

3. Berdo’a di saat masuk dan keluar masjid.
Disunatkan bagi orang yang masuk masjid mendahulukan kaki kanan, kemudian bershalawat kepada Nabi lalu mengucapkan, “Ya Allah swt. Bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmatMu.”
Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid bila telah masuk masjid.
Rasulullah saw. bersabda, “Apabila seseorang di antara kamu masuk masjid, hendaklah sholat dua rakaat sebelum duduk.” (Muttafaq ‘Alaih)

4. Dilarang jual-beli dan mengumumkan barang hilang di dalam masjid.
Rasulullah saw. bersabda, “Apabila kamu melihat orang yang menjual atau membeli sesuatu di dalam masjid, maka doakanlah, ‘Semoga Allah swt. tidak memberikan keuntungan bagimu’. Dan Apabila kamu melihat orang yang mengumumkan barang hilang, maka doakanlah, ‘Semoga Allah swt. tidak mengembalikan barangmu yang hilang’.” (HR. At Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani)
Dilarang masuk ke Masjid bagi orang makan bawang putih, bawang merah atau orang yang badannya berbau tidak sedap.
Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang memakan bawang putih, bawang merah atau bawang daun, maka jangan sekali-kali mendekat ke masjid kami ini, karena malaikat merasa terganggu dari apa yang dengannya manusia terganggu.” (HR. Muslim). Dan termasuk juga rokok dan bau lain yang tidak sedap yang keluar dari badan atau pakaian.

5. Dilarang keluar dari masjid sesudah adzan.
Rasulullah saw. bersabda, “Apabila tukang adzan telah adzan, maka jangan ada seorang pun yang keluar sebelum shalat.” (HR. Al Baihaqi dan dishahihkan oleh Al Albani)
Tidak Lewat di depan orang yang sedang shalat.
Dan disunnahkan bagi orang yang sholat menaruh batas di depannya. Rasulullah saw. bersabda, “Kalau sekiranya orang yang lewat di depan orang yang sedang shalat itu mengetahui dosa perbuatannya, niscaya ia berdiri dari jarak empat puluh tahun lebih bai baginya daripada lewat di depannya.” (Muttafaq ‘Alaih)

6. Tidak menjadikan Masjid sebagai jalan.
Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah kamu menjadikan masjid sebagai jalan, kecuali (sebagai tempat) untuk berdzikir dan shalat.” (HR. Ath Thabrani, dinilai hasan oleh Al Albani)
Tidak menyaringkan suara di dalam masjid dan tidak mengganggu orang-orang yang sedang shalat. Termasuk perbuatan mengganggu orang shalat adalah membiarkan handphone anda dalam keadaan aktif di saat shalat.

7. Hendaknya wanita tidak memakai parfum atau berhias bila akan pergi ke Masjid.
Rasulullah saw. bersabda, “Apabila salah seorang diantara kamu (kaum wanita) ingin shalat di masjid, maka janganlah menyentuh parfum.” (HR. Muslim)

8. Orang yang junub, wanita haid atau nifas, tidak boleh masuk masjid.
Allah swt. berfirman, “(Dan jangan pula menghampiri masjid), sedang kamu dalam keadaan junub, kecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.” (An Nisaa : 43)
‘Aisyah meriwayatkan, bahwa Rasulullah saw. telah bersabda kepadanya, “Ambilkan buat saya kain alas dari masjid.” Aisyah menjawab, “Sesungguhnya aku haid.” Nabi bersabda, “Sesungguhnya haidmu bukan di tanganmu”. (HR. Muslim)

Wallahu’alam bish shawab...!

Ditulis ulang oleh : Afifuddin

Sabtu, 07 November 2009

Sejarah Shorinji Kempo

SEJARAH PERKEMBANGAN BELADIRI SHORINJI KEMPO DAN PERKEMI

Benteng dikarunai tanduk, beruang punya cakarnya dan sebagainya. Bagaimana dengan manusia? Manusia tidak mempunyai alat seperti binatang untuk melindungi diri seperti itu, tetapi dikarunai pikiran dan otak yang sempurna. Oleh karena itu manusia pun haruslah mencari akal untuk membela diri.

Di bawah ini kami menceritakan sedikit tentang cara / ilmu beladiri yang dikenal dengan nama Shorinji Kempo. Shorinji Kempo dalam bahasa Tionghoa sering dieja dengan sebutan Siu Lim Pai Kun Fu, dimana sering kita sudah terbawa asyik oleh teknik-teknik yang menakjubkan, melalui beberapa cerita-cerita Silat Kuno.

1. KEMPO DAN BUDHISME

Seketika orang berkesimpulan bahwa ilmu beladiri Kempo berasal dari dataran Tiongkok. Namun anggapan seperti ini tidaklah semuanya benar. Kira-kira tahun 550 M. Pendeta Budha ke 28 yang bernama Dharma Taishi pindah dari tempat tinggalnya di Baramon (India) ke daratan Tiongkok. Ia menetap disebuah Kuil yang bernama SIAU LIEM SIE atau dikenal kemudian dengan sebutan SHORINJI yang terletak di Provinsi KWAN NAN.

Selama dalam perjalanan dari pengembaraannya, Dharma Taishi juga menyebarkan ajaran agama Budha. Dalam tugasnya ini, tidak sedikit tantangan, ancaman dan hinaan yang dialaminya. Bahkan nyaris merenggut jiwanya. Dari pengalaman-pengalamannya itu timbullah anggapan dalam dirinya, bahwa seseorang calon Bikshu sebaiknya juga melatih diri dengan ketahanan jasmaninya, disamping membersihkan rohaninya untuk mencapai nirwana dengan bersemedi.

Hidup adalah suatu perjuangan! Demikianlah telah menjadi hukum alam. Untuk dapat servive di alam yang fana ini, Tuhan telah mentakdirkan memberikan alat-alat untuk mempertahankan diri kepada makhluk ciptaannya.

Dalam ajaran agama Budha, dikatakan bahwa Hidup itu berasal dari “kosong” atau “tiada”. Namun oleh Dharma Taishi dilengkapinya, bahwa tidak ada gunanya menjadi “kosong” atau “suci”, jika tidak dapat atau tidak bisa membela sesama manusia yang ditimpa kemalangan dan butuh bantuan atau pertolongan kita.

Dharma Taishi yang bergelar Pendeta Budha ke-28 selama di India pernah belajar INDO KEMPO (silat India), dan karena tantangan-tantangan yang dihadapi dalam pengembaraannya di Tiongkok, kemudian Ia mempelajari pula berbagai aliran silat Tiongkok Kuno. Selama 9 tahun ia bertapa, tekatnya menyusun suatu ilmu untuk mempertahankan diri dan dimaksudkan sebagai syarat dan mata pelajaran bagi calon pendeta Budha.

Sejak saat itu ilmu beladiri yang dikemukakannya telah menjadi bagian dari pendidikan keagamaan pada ZEN BUDHISME. Dharma Taishi tetap beranggapan, bahwa semua pengikutnya haruslah berfisik kuat guna melanjutkan usaha menyebar-luaskan ajaran Budha yang cukup berat tersebut.

Dalam cerita silat klasik Tiongkok, sering dijumpai nama TATMO COWSU. Nama ini tidak lain adalah yang dimaksud adalah Dharma Taishi sendiri, yang menciptakan seni beladiri SHORINJI KEMPO atau SIAW LIEM SIE KUNG-FU.

Seni beladiri ini dilatih secara khusus kepada para calon Biksu didikannya, dan diajarkan secara rahasia dalam KUIL Shorinji. Selain anggota tidak boleh melihat atau masuk ke dalam kuil. Namun keampuhan seni beladiri ciptaannya itu dengan cepat pula menjadi buah bibir masyarakat sekitarnya, bahkan menjalar luas sampai di daratan Tiongkok.

2. FALSAFAH KEMPO

Karena seni beladiri KEMPO waktu itu menjadi sebagian dari latihan bagi para calon Bikshu, dengan sendirinya ilmu tersebut harus mempunyai dasar falsafah yang kuat. Dengan dilandasi ajaran Budha yang dilarang membunuh dan menyakiti, maka pada semua KENSHI (pemain kempo) dilarang untuk menyerang terlebih dahulu sebelum di serang. Hal ini juga menjadi Doktrin Kempo, bahwa “ Peranginlah Dirimu Sebelum Memerangin Orang Lain “.

Cukup lama sejak meletus perang Boxer, nama Shorinji Kempo menghilang. Bahkan di Tiongkok sendiri, ketika kaum KUN CHAN TANG (Partai Komunis Tiongkok) berkuasa, Kempo juga mengalamin kemunduran (Set–back). Gerak / Teknik kempo yang diperbolehkan muncul ketika itu hanyalah yang menyerupai senam belaka (TAI KYO KUEN).

Berdasarkan doktrin tersebut diatas, maka hal ini sangat mempengaruhi susunan teknik beladiri ini, sehingga gerakan-gerakan teknik selalu dimulai dengan mengelak / menangkis serangan dahulu, baru dimulai dengan membalas. Selanjutnya disesuaikan / ditingkatkan menurut kebutuhan, yaitu disesuaikan dengan keadaan serangan lawan. Artinya bila lawan tersebut sedang dalam keadaan khilaf, cukup dengan elakan saja dan seterusnya. Dharma Taishi selalu mengajarkan bahwa disamping dilarang menyerang, juga tidak selalu setiap serangan itu harus dibalas dengan kekerasan.

Demikiianlah ilmu Kempo itu lahirlah apa yang berbentuk mengelak saja, cukup menekukkan bagian-bagian badan lawan, kemudian mengunci dan apabila terpaksa barulah dilakukan serangan penghancuran titik-titik kelemahan lawan, berupa tendangan, sikutan, pukulan dan sebagainya. Bentuk yang pertama dikenal sebagai JUHO dan yang berikutnya dikenal sebagai GOHO. Untuk itu bagi setiap kenshi diharuskan menguasai teknik GOHO (keras) dan JUHO (lunak), artinya tidak dibenarkan apabila hanya mementingkan pukulan, tendangan saja dan melupakan bantingan dan lipatan-lipatan.

3. PERANG BOXER

Shorinji Kempo sendiri mengalami perkembangan pesat di dataran Tiongkok. Pengikutnya kian bertambah banyak, sebab itu Shorinji Kempo kian berpengaruh dalam masyarakat Tiongkok.

Di awal abad XX tahun 1900 – 1901, di Tiongkok meletuslah perlawanan rakyat menentang masuknya Kolonialisme Barat dan banyak pengikut Shorinji Kempo melibatkan diri dalam perlawanan rakyat. Pemberontakan diawal abad XX tersebut akhirnya menjadi suatu pergerakan nasional dan disokong oleh Raru TZE SJI, yang juga ingin membersihkan tanah airnya dari penjajahan bangsa Barat. Dengan mengerahkan bantuan yang besar dan juga mempergunakan peralatan perang mutakhir, pihak Kolonialisme Barat akhirnya mampu mematahkan perlawanan rakyat Tiongkok. Perang tersebut menelan jutaan korban itu, terkenal dengan sebutan “PERANG BOXER” dan oleh Kolonialisme Barat, penggikut-pengikut Dharma Taishi dikejar dan dibunuh, organisasinya dilarang, kuil-kuil Shorinji dirusak dan dibakar. Meskipun masih banyak pengikut Shorinji Kempo dan juga Bikshu-bikshu yang sempat meloloskan diri dari kejaran pasukan penjajah. Kebanyakan dari mereka yang meloloskan diri tersebut masih berusia muda dan belum menguasai seni beladiri yang diwariskan oleh Dharma Taishi tersebut. Dan mereka melarikan diri ke arah Timur dan Selatan dan mengajarkan aliran Shorinji yang mereka kuasai kepada pedagang-pedagang dari Okinawa, Taiwan dan juga Muangthai.

Karena tidak terorganisasinya kesatuan, maka penyebaran Shorinji mulai membentuk seni beladiri baru. Mereka yang melarikan diri ke Muangthai dengan hanya menguasai teknik GOHO (memukul, menendang, dan menangkis), yang mempengaruhi perkembangan seni beladiri yang ada di daerah tersebut. Maka munculah apa yang disebut “THAI BOXING”. Dalam gerakan seni beladiri ini mirip sekali dengan sebagian gerakan-gerakan yang ada di Kempo (silat GOHO-nya). Ajaran Shorinji terutama teknik GOHO juga mempengaruhi seni beladiri yang ada di Okinawa (pulau ujung sebelah Selatan Jepang) dan timbulah seni beladiri yang dinamakan OKINAWATE (kemudian dikenal sebagai KARATE).

Mereka yang melarikan diri di kepulauan Jepang lainnya dan menguasai teknik JUHO (lunak) juga mempengaruhi seni beladiri yang ada daerah-daerah tersebut. Dari JUHO munculah seni beladiri JU-JIT-SHU (JU berarti lembut, lenting dan fleksibel). Juga lahirlah teknik JUHO seni beladiri AIKIDO dan JUDO, maka tidaklah heran walaupun Kempo baru mulai bangkit kembali setelah Perang Dunia II, setelah menghilang beberapa waktu lamanya, namun aliran-aliran seni beladiri lainnya tersebut tetap bersumber dari Shorinji Kempo sebagai seni beladiri yang tertua.

PERKEMBANGAN KEMPO SETELAH PERANG DUNIA KE – II

Dalam perkembangan selanjutnya, dapat dikatan bahwa Shorinji Kempo baru bangkit kembali di Jepang seusai Perang Dunia ke II, dan dalam waktu relatif singkat seni beladiri ini menyebar luas tidak hanya d Jepang, bahkan di seluruh dunia.

Seorang pemuda Jepang bernama SO DOSHIN dikirim ke Tiongkok dalam pasukan ekspedisi tentara Jepang ke Manchuria pada tahun 1928. So Doshin tidak sepaham dengan cara-cara penjajahan Jepang, kemudian melarikan diri dari induk pasukannya dan mengembara di dataran Tiongkok.

Dalam pengembaraannya, ia bertemu dengan seorang pendeta Budha, yang akhirnya membawa ia ke Kuil SIAUW LIEM SIE. Kuil ini telah diperbaiki oleh penerus-penerus Dharma Taishi setelah dimusnahkan oleh Kolonialisme dalam Perang Boxer.

Di Kuil Shorinji ini, So Doshin akhirnya mempelajari Ilmu Shorinji Kempo, langsung di bawah asuhan Maha Guru (Sihang) ke – 20, yaitu WEN TAY SON. Dengan tekun ia berlatih dan dengan kesetiaan dan penguasaanya yang sempurna akan ilmu Shorinji Kempo, maka So Doshin di beri penghargaan tertinggi menjadi Maha Guru ke – 21, dan diperbolehkan meningggalkan Kuil Shorinji untuk meneruskan ajaran Kempo di dataran Jepang (Tanah Airnya)

Tahun 1945, setelah 17 tahun menggembleng dirinya di Kuil Shorinji Kempo, So Doshin yang telah bergelar Sihang ke – 21 kembali ke Jepang. Di Jepang ia membuat DOJO (Tempat Latihan) sendiri. Ia memilih tempat di kota TODATSU, yang terletak di Provinsi KAGAWA, di Pulau SHIKOKU yang kemudian terkenal sebagai Pusat Shorinji Kempo.

Murid-muridnya mulai berdatangan di Dojo-nya, tidak saja dari daerah sekitarnya, juga dari daerah-daerah lain di Jepang, bahkan dari luar Jepang sendiri (terutama Mahasiswa asing yang sedang belajar di Jepang). Sihang ke – 21 ini seperti yang dialaminya sendiri, juga menempa murid-muridnya dengan disiplin yang keras. GURU BESAR Shorinji Kempo ini tetap menempatkan seni beladiri ini sebagai pengayom hati dan jiwa dengan penuh rasa damai dan welas-asih bagi para Kenshi-nya.

Oleh sebab itu, lambang organisasi Shorinji Kempo menggunakan lambang agama Budha “MANJI”, yaitu semacam tanda Swastika yang berputar ke kiri yang berarti : “KASIH SAYANG DAN KEKUATAN”. Dan ini sesuai dengan Doktrin Shorinji Kempo : “Kekuatan Tanpa Kasih Sayang adalah Kezaliman, Kasih Sayang Tanpa Kekuatan adalah Kelemhan”. Dan dalam tindakan sehari-hari sering diartikan, Dimana ada Kekuatan harus ada Kebijaksanaan dan Kebijaksanaan harus disertai Kekuatan.

PERKEMBANGAN SHORINJI KEMPO DI INDONESIA

Konsekwensi yang harus dilaksanakan oleh Pemerintah Jepang setelah kekalahannya pada Perang Dunia ke – II kepada bangsa Indonesia adalah membayar Pampasan Perang. Salah satu cara atau bentuk pembayaran pampasan perang itu adalah sejak akhir tahun 1959 Pemerintah Jepang menerima Mahasiswa Indonesia dan juga pemudanya untuk belajar dan training di negeri matahari terbit tersebut.

Maka sejak saat itu secara bergelombang dari tahun ke tahun sampai tahun 1965 ratusan Mahasiswa dan Pemuda Indonesia mendapat kesempatan untuk belajar di Japang. Dari jumlah tersebut tidak sedikit pula diantara mereka yang memanfaatkan waktu-waktu senggang dan liburannya untuk belajar dan memperdalam seni beladiri yang ada di Jepang. Dan mereka ini pula sekembalinya ke tanah air tidak saja menggondol ijazah menurut bidang study mereka, juga memperoleh tambahan berupa penguasaan atas seni beladiri yang ada di Jepang, seperti : Karate, Judo, Ju Jit Su dan juga Shorinji Kempo.

Pada tahun 1962 dalam suatu acara kesenian yang di pertunjukan Mahasiswa Indonesia menyambut kunjungan tamu-tamu penting dari Tanah Airnya, seorang pemuda Indonesia bernama UTIN SYAHRAZ mendemontrasikan kebolehannya bermain Kempo. Utin Syahraz tiba di Tokyo sekitar tahun 1960 sebagai Traine Pampasan. Sebelumnya ia adalah pegawai pada Departemen Pekerjaan Umum di Jakarta. Apa yang didemontrasikan itu, akhirnya menarik minat pemuda dan Mahasiswa Indonesia lainnya. Mereka antara lain; Indara Kartasasmita dan Ginandjar Kartasasmita serta beberapa lainnya yang datang kemudian ke Jepang. Dalam waktu-waktu luang dan libur, mereka memanfaatkan waktunya untuk datang langsung ke Pusat Shorinji Kempo di kota Tadotsu untuk menimba langsung seni beladiri tersebut dari Sihang-nya (So Doshin).

Pemuda-pemuda tersebut sadar, tidak ada lagi kebanggaan mereka selain memberikan apa yang terbaik mereka terima di Jepang kepada pemuda-pemuda bangsanya sendiri sekembalinya ke Tanah Air. Hal tersebut tidak lain untuk kejayaan bangsa dan negara mereka, agar tidak ketinggalan dengan bangsa-bangsa lain, tidak saja dalam ilmu pengetahuan juga dalam olah raga.

Untuk meneruskan warisan seni beladiri Shorinji Kempo, seperti apa yang mereka peroleh di Jepang kepada rekan-rekan senegaranya, ketika pemuda yaitu UTIN SYAHRAZ (kini almarhum), INDRA KARTASASMITA dan GINANDJAR KARTASASMITA bertekad melahirkan dan membentuk suatu wadah yang bernama PERKEMI (PERSAUDARAAN BELADIRI KEMPO INDONESIA). Wadah ini secara resmi dibentuk pada tanggal 2 Februari 1966.

Dari beberapa murid dan berlatih di teras rumah waktu itu, kini PERKEMI telah melahirkan ribuan Kenshi-kenshi yang tersebar di seluruh Tanah Air. Selain merupakan salah satu anggota Top Organisasi yang bernaung dalam wadah KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). PERKEMI juga menjadi anggota penuh dari Federasi Kempo se-Dunia atau WSKO (WORLD SHORINJI KEMPO ORGANIZATION) yang berpusat di Kuil Shorinji Kempo di kota Tadotsu, Jepang. Sedangkan satu dari tiga perintis / Pendiri PERKEMI, yakni : Indra Kartasasmita (V-DAN; mantan Menteri Negara masa Orde Baru) masih tetap aktif, baik dalam Kepengurusan PERKEMI maupun pembinaanpara Kenshi muda lainnya.

Dalam kepengurusan PERKEMI periode 1988 – 1992, tetap menjabat Ketua Umum adalah Jenderal (Purn) Yoga Soegono, dengan rincian lengkap susunan PB Perkemi sebagai daftar nama terlampir. Perkemi Pengda (Pengurus Daerah) secara aktif memberikan pembinaan terhadap Cabang dan Dojo telah ada di seluruh Provinsi se – Indonesia. Kegiatan yang bersifat Nasional, misalnya Kejuaraan Nasional Kempo sudah diadakan yang ke sekian kalinya di beberapa Provinsi di Tanah Air. Setiap tahunnya juga diadakan Gashoku (Latihan Bersama) dan Ujian Kenaikan Tingkat Nasional di Pondok Gede, Jakarta setiap awal bulan Februari dalam rangka memperingati lahirnya Perkemi.

Oleh : Afifuddin (Yudansha) Banda Aceh

Sumber : Buku Pelajaran Shorinji Kempo Kyu-IV dari PB-PERKEMI

Jumat, 23 Oktober 2009

Doa Harian Ramadhan

Doa Harian Ramadhan

Doa Hari Pertama

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ صِيَامَ الصَّائِمِيْنَ وَ قِيَامِيْ فِيْهِ قِيَامَ الْقَائِمِيْنَ وَ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِيْنَ
وَ هَبْ لِيْ جُرْمِيْ فِيْهِ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ وَ اعْفُ عَنِّيْ يَا عَافِيًا عَنِ الْمُجْرِمِيْنَ


Ya Allah, jadikanlah puasa dan ibadahku di bulan ini seperti puasa orang-orang sejati, bangunkanlah aku di bulan ini dari kelelapan tidur orang-orang yang lupa dan ampunilah segala kesalahanku, wahai Tuhan semesta alam, dan ampunilah aku, wahai pengampun orang-orang yang bersalah.

Doa Hari Kedua

اَللَّهُمَّ قَرِّبْنِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ سَخَطِكَ وَ نَقِمَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِقِرَاءَةِ آيَاتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ


Ya Allah, dekatkanlah aku di bulan ini dari ridha-Mu, hindarkanlah aku di bulan ini dari kemurkaan-Mu, dan anugerahkanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk membaca ayat-ayat (kitab)-Mu dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.

Doa Hari Ketiga

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ الذِّهْنَ وَ التَّنْبِيْهَ وَ بَاعِدْنِيْ فِيْهِ مِنَ السَّفَاهَةِ وَ التَّمْوِيْهِ وَ اجْعَلْ لِيْ نَصِيْبًا مِنْ كُلِّ خَيْرٍ تُنْزِلُ فِيْهِ، بِجُوْدِكَ يَا أَجْوَدَ الْأَجْوَدِيْنَ


Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini kecerdasan dan kesadaran diri, jauhkanlah aku di bulan ini dari ketololan dan kesesatan, dan limpahkanlah kepadaku sebagian dari setiap kebajikan yang Engkau turunkan di bulan ini. Dengan kedermawanan-Mu, wahai Dzat Yang Lebih Dermawan dari para dermawan.

Doa Hari Keempat

اَللَّهُمَّ قَوِّنِيْ فِيْهِ عَلَى إِقَامَةِ أَمْرِكَ وَ أَذِقْنِيْ فِيْهِ حَلاَوَةَ ذِكْرِكَ وَ أَوْزِعْنِيْ فِيْهِ لأدَاءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ
وَ احْفَظْنِيْ فِيْهِ بِحِفْظِكَ وَ سِتْرِكَ يَا أَبْصَرَ النَّاظِرِيْنَ


Ya Allah, kuatkanlah diriku di bulan ini untuk melaksanakan perintah-Mu, anugerahkan kepadaku di bulan ini kemanisan mengingat-Mu, dengan kemurahan-Mu berikanlah kesempatan kepadaku di bulan ini untuk bersyukur kepada-Mu demi kemurahan-Mu, dan dengan penjagaan dan tirai-Mu jagalah diriku di bulan ini, wahai Dzat Yang Lebih Melihat dari orang-orang yang melihat.

Doa Hari Kelima

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ الْقَانِتِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ أَوْلِيَائِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ بِرَأْفَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ


Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang memohon pengampunan, jadikanlah aku di bulan ini dari dari golongan hamba-hamba-Mu yang salih dan pasrah, dan jadikanlah aku di bulan ini dari golongan para kekasih-Mu yang dekat dengan-Mu. Dengan kasih sayang-mu wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.

Doa Hari keenam

اَللَّهُمَّ لاَ تَخْذُلْنِيْ فِيْهِ لِتَعَرُّضِ مَعْصِيَتِكَ وَ لاَ تَضْرِبْنِيْ بِسِيَاطِ نَقِمَتِكَ وَ زَحْزِحْنِيْ فِيْهِ مِنْ مُوْجِبَاتِ سَخَطِكَ بِمَنِّكَ وَ أَيَادِيْكَ يَا مُنْتَهَى رَغْبَةِ الرَّاغِبِيْنَ


Ya Allah, jangan Kau hinakan aku di bulan ini karena keberanianku bermaksiat kepada-Mu, jangan Kau cambuk aku dengan cambuk kemurkaan-Mu dan jauhkanlah aku dari (segala perbuatan) yang menyebabkan murka-Mu. Dengan anugerah dan kekuasaan-Mu wahai Puncak Harapan para pengharap.

Doa Hari Ketujuh

اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ فِيْهِ عَلَى صِيَامِهِ وَ قِيَامِهِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ هَفَوَاتِهِ وَ آثَامِهِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ ذِكْرَكَ بِدَوَامِهِ بِتَوْفِيْقِكَ يَا هَادِيَ الْمُضِلِّيْنَ


Ya Allah, bantulah aku di bulan ini dalam melaksanakan puasa dan ibadah, jauhkanlah aku di bulan ini dari kesalahan dan doa-dosa (yang tidak pantas dilaksanakan) di dalamnya, dan anugerahkanlah kepadaku di bulan ini (kesempatan untuk) mengingat-Mu untuk selamanya dengan taufik-Mu, wahai penunjuk jalan orang-orang yang sesat.

Doa Hari Kedelapan

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ رَحْمَةَ الأَيْتَامِ وَ إِطْعَامَ الطَّعَامِ وَ إِفْشَاءَ السَّلاَمِ وَ صُحْبَةَ الْكِرَامِ بِطَوْلِكَ يَا مَلْجَأَ الآمِلِيْنَ

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini untuk mengasihani anak-anak yatim, memberi makan, menebarkan salam dan bersahabat dengan orang-orang mulia. Dengan keutamaan-Mu, wahai Tempat Bernaung orang-orang yang berharap.

Doa Hari Kesembilan

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ نَصِيْبًا مِنْ رَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةِ وَ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِبَرَاهِيْنِكَ السَّاطِعَةِ وَ خُذْ بِنَاصِيَتِيْ إِلَى مَرْضَاتِكَ الْجَامِعَةِ بِمَحَبَّتِكَ يَا أَمَلَ الْمُشْتَاقِيْنَ


Ya Allah, limpahkanlah kepadaku di bulan sebagian dari rahmat-Mu yang luas, tunjukanlah aku di bulan ini kepada tanda-tanda-Mu yang terang, dan tuntunlah aku kepada ridha-Mu yang maha luas. Dengan cinta-Mu wahai harapan orang-orang yang rindu.

Doa Hari Kesepuluh

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُتَوَكِّلِيْنَ عَلَيْكَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْفَائِزِيْنَ لَدَيْكَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ إِلَيْكَ بِإِحْسَانِكَ يَا غَايَةَ الطَّالِبِيْنَ


Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang bertawakal kepada-Mu, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang jaya di haribaan-Mu, dan jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang telah dekat kepada-Mu. Dengan kebaikan-Mu wahai tujuan orang-orang yang berharap.

Doa Hari Kesebelas

اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيَّ فِيْهِ الْإِحْسَانَ وَ كَرِّهْ إِلَيَّ فِيْهِ الْفُسُوْقَ وَ الْعِصْيَانَ وَ حَرِّمْ عَلَيَّ فِيْهِ السَّخَطَ وَ النِّيْرَانَ بِعَوْنِكَ يَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ


Ya Allah, cintakanlah kepadaku di bulan ini berbuat kebajikan, bencikanlah kepadaku di bulan ini kefasikan dan maksiat, dan cegahlah dariku di bulan ini kemurkaan dan neraka-(Mu) dengan pertolongan-Mu wahai Penolong para peminta pertolongan.

Doa Hari Kedua Belas

اَللَّهُمَّ زَيِّنِّيْ فِيْهِ بِالسِّتْرِ وَ الْعَفَافِ وَ اسْتُرْنِيْ فِيْهِ بِلِبَاسِ الْقُنُوْعِ وَ الْكَفَافِ وَ احْمِلْنِيْ فِيْهِ عَلَى الْعَدْلِ
وَالإِنْصَافِ وَ آمِنِّيْ فِيْهِ مِنْ كُلِّ مَا أَخَافُ بِعِصْمَتِكَ يَا عِصْمَةَ الْخَائِفِيْنَ


Ya Allah, hiasilah diriku di bulan ini dengan menutupi (segala kesalahanku) dan rasa malu, pakaikanlah kepadaku di bulan ini pakaian qana’ah dan mencegah diri, tuntunlah aku di bulan ini untuk berbuat adil, dan kesadaran, dan jagalah aku di bulan ini dari setiap yang kutakuti. Dengan penjagaan-Mu wahai Penjaga orang-orang yang ketakutan.

Doa Hari Ketiga Belas

اَللَّهُمَّ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الدَّنَسِ وَ الْأَقْذَارِ وَ صَبِّرْنِيْ فِيْهِ عَلَى كَائِنَاتِ الْأَقْدَارِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِلتُّقَى وَ صُحْبَةِ الأَبْرَارِ بِعَوْنِكَ يَا قُرَّةَ عَيْنِ الْمَسَاكِيْنِ


Ya Allah, sucikanlah aku di bulan ini dari segala jenis kotoran, jadikanlah aku di bulan ini sabar menerima setiap ketentuan-(Mu), dan anugerahkanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk meraih takwa dan bersahabat dengan orang-orang yang bijak dengan pertolongan-Mu wahai Kententraman hati orang-orang miskin.


Doa Hari keempat Belas

اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ فِيْهِ بِالْعَثَرَاتِ وَ أَقِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْخَطَايَا وَ الْهَفَوَاتِ وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ فِيْهِ غَرَضًا لِلْبَلايَا وَ الآفَاتِ بِعِزَّتِكَ يَا عِزَّ الْمُسْلِمِيْنَ


Ya Allah, jangan Kau siksa aku di bulan ini karena kesalahan-kesalahanku, selamatkanlah aku di bulan ini dari segala kesalahan, dan jangan Kau jadikan aku di bulan ini tempat persinggahan malapetaka dan bala dengan kemuliaan-Mu wahai Kemuliaan muslimin.

Doa Hari Kelima Belas

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ طَاعَةَ الْخَاشِعِيْنَ وَ اشْرَحْ فِيْهِ صَدْرِيْ بِإِنَابَةِ الْمُخْبِتِيْنَ بِأَمَانِكَ يَا أَمَانَ الْخَائِفِيْنَ


Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini ketaatan orang-orang yang khusyu’, dan lapangkanlah dadaku di bulan ini karena taubat orang-orang yang mencintai-Mu. Dengan perlindungan-Mu wahai Pengaman orang-orang yang takut.


Doa Hari Keenam Belas

َللَّهُمَّ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوَافَقَةِ الْأَبْرَارِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مُرَافَقَةَ الْأَشْرَارِ وَ آوِنِيْ فِيْهِ بِرَحْمَتِكَ إِلَى (فِيْ ) دَارِ الْقَرَارِ بِإِلَهِيَّتِكَ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ


Ya Allah, berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk berkumpul bersama orang-orang baik, jauhkanlah aku di bulan ini dari bersahabat dengan orang-orang jahat, dan dengan rahmat-Mu tampatkanlah aku di bulan ini di dalam rumah keabadian dengan ketuhanan-Mu wahai Tuhan sekalian alam.

Doa Hari Ketujuh Belas

اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِصَالِحِ الأَعْمَالِ وَ اقْضِ لِيْ فِيْهِ الْحَوَائِجَ وَ الآمَالَ يَا مَنْ لاَ يَحْتَاجُ إِلَى التَّفْسِيْرِ وَ السُّؤَالِ يَا عَالِمًا بِمَا فِيْ صُدُوْرِ الْعَالَمِيْنَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ


Ya Allah, tunjukkanlah aku di bulan ini kepada amal yang salih, dan berikanlah kepadaku di bulan ini segala keperluan dan cita-citaku, wahai Dzat yang tidak membutuhkan penjelasan dan permintaan, wahai Dzat yang mengetahui segala rahasia yang ada di hati manusia, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya yang suci.

Doa Hari Kedelapan Belas

اَللَّهُمَّ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ لِبَرَكَاتِ أَسْحَارِهِ وَ نَوِّرْ فِيْهِ قَلْبِيْ بِضِيَاءِ أَنْوَارِهِ وَ خُذْ بِكُلِّ أَعْضَائِيْ إِلَى اتِّبَاعِ آثَارِهِ بِنُوْرِكَ يَا مُنَوِّرَ قُلُوْبِ الْعَارِفِيْنَ


Ya Allah, beritahukanlah kepadaku di bulan ini segala berkah yang tersimpan di dua pertiga malamnya, terangkan hatiku di bulan ini dengan cahayanya, dan bimbinglah seluruh anggota tubuhku di bulan ini untuk mengikuti tanda-tanda keagungannya dengan cahaya-Mu wahai penerang hati para ‘arif.


Doa Hari Kesembilan Belas

اَللَّهُمَّ وَفِّرْ فِيْهِ حَظِّيْ مِنْ بَرَكَاتِهِ وَ سَهِّلْ سَبِيْلِيْ إِلَى خَيْرَاتِهِ وَ لاَ تَحْرِمْنِيْ قَبُوْلَ حَسَنَاتِهِ يَا هَادِيًا إِلَى الْحَقِّ الْمُبِيْنِ


Ya Allah, sempurnakanlah bagianku di bulan ini dengan berkahnya, permudahlah jalanku untuk menempuh kebaikannya, dan janganlah Kau halangi diriku untuk menerima kebaikannya, wahai Penunjuk Jalan kepada kebenaran yang nyata.


Doa Hari Kedua Puluh

اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ الْجِنَانِ وَ أَغْلِقْ عَنِّيْ فِيْهِ أَبْوَابَ النِّيْرَانِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِتِلاَوَةِ الْقُرْآنِ يَا مُنْزِلَ السَّكِيْنَةِ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ


Ya Allah, bukalah bagiku di bulan ini pintu-pintu surga, tutuplah untukku di bulan ini pintu-pintu neraka, dan berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk membaca al-Quran, wahai Penurun ketenangan di hati Mukminin.


Doa Hari Kedua Puluh Satu

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ دَلِيْلاً وَ لاَ تَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيْهِ عَلَيَّ سَبِيْلاً وَ اجْعَلِ الْجَنَّةَ لِيْ مَنْزِلاً وَ مَقِيْلاً يَا قَاضِيَ حَوَائِجِ الطَّالِبِيْنَ


Ya Allah, berikanlah kepadaku di bulan ini sebuah petunjuk untuk mencapai keridhaan-Mu, jangan Kau beri kesempatan kepada setan di bulan ini untuk menggodaku, dan jadikanlah surga sebagai tempat tinggal dan bernaungku, wahai Pemberi segala kebutuhan orang-orang yang meminta.


Doa Hari Kedua Puluh Dua

اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ فَضْلِكَ وَ أَنْزِلْ عَلَيَّ فِيْهِ بَرَكَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوْجِبَاتِ مَرْضَاتِكَ وَ أَسْكِنِّيْ فِيْهِ بُحْبُوْحَاتِ جَنَّاتِكَ يَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ


Ya Allah, bukalah bagiku di bulan ini pintu-pintu anugerah-Mu, turunkanlah kepadaku di bulan ini berkah-berkah-Mu, berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk mencapai keridhaan-Mu, dan tempatkanlah aku di bulan ini di tengah-tengah surga-Mu, wahai Pengabul permintaan orang-orang yang ditimpa kesulitan.


Doa Hari Kedua Puluh Tiga

اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الذُّنُوْبِ وَ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُيُوْبِ وَ امْتَحِنْ قَلْبِيْ فِيْهِ بِتَقْوَى الْقُلُوْبِ يَا مُقِيْلَ عَثَرَاتِ الْمُذْنِبِيْنَ

Ya Allah, sucikanlah aku di bulan ini dari dosa-dosa, bersihkanlah aku di bulan ini dari segala aib, dan ujilah aku di bulan ini dengan ketakwaan, wahai Pemaaf segala kesalahan orang-orang yang berdosa.


Doa Hari Kedua Puluh Empat

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فِيْهِ مَا يُرْضِيْكَ وَ أَعُوْذُ بِكَ مِمَّا يُؤْذِيْكَ وَ أَسْأَلُكَ التَّوْفِيْقَ فِيْهِ لأَنْ أُطِيْعَكَ وَ لاَ أَعْصِيَكَ يَا جَوَّادَ السَّائِلِيْنَ


Ya Allah, aku memohon kepada-Mu di bulan ini segala yang mendatangkan keridhaan-Mu, aku berlindung kepada-Mu dari segala yang dapat menimbulkan murka-Mu, dan aku memohon kepada-Mu taufik untuk menaati-Mu dan tidak bermaksiat kepada-Mu, wahai Yang Maha Dermawan terhadap para pemohon.


Doa Hari Kedua Puluh Lima

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مُحِبًّا لِأَوْلِيَائِكَ وَ مُعَادِيًا لأَعْدَائِكَ مُسْتَنّا بِسُنَّةِ خَاتَمِ أَنْبِيَائِكَ يَا عَاصِمَ قُلُوْبِ النَّبِيِّيْنَ


Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini pencinta para kekasih-Mu, pembenci para musuh-Mu, mengikuti sunnah penutup para nabi-Mu, wahai Penjaga hati para nabi.


Doa Hari Kedua Puluh Enam

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ سَعْيِيْ فِيْهِ مَشْكُوْرًا وَ ذَنْبِيْ فِيْهِ مَغْفُوْرًا وَ عَمَلِيْ فِيْهِ مَقْبُوْلاً وَ عَيْبِيْ فِيْهِ مَسْتُوْرًا يَا أَسْمَعَ السَّامِعِيْنَ


Ya Allah, jadikanlah usahaku di bulan ini disyukuri, dosaku diampuni, amalku diterima dan kejelekanku ditutupi, wahai Dzat Yang Lebih Mendengar dari setiap yang mendengar.


Doa Hari Kedua Puluh Tujuh

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ فَضْلَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَ صَيِّرْ أُمُوْرِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُسْرِ إِلَى الْيُسْرِ وَ اقْبَلْ مَعَاذِيْرِيْ وَ حُطَّ عَنِّيَ الذَّنْبَ وَ الْوِزْرَ يَا رَؤُوْفًا بِعِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ


Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini keutamaan Lailatul Qadr, jadikanlah urusanku yang sulit menjadi mudah, terimalah ketidakmampuanku, dan hapuskanlah
dosa dan kesalahanku, wahai Yang Maha Kasih kepada hamba-hamba-Nya yang salih.


Doa Hari Kedua Puluh Delapan

اَللَّهُمَّ وَفِّرْ حَظِّيْ فِيْهِ مِنَ النَّوَافِلِ وَ أَكْرِمْنِيْ فِيْهِ بِإِحْضَارِ الْمَسَائِلِ وَ قَرِّبْ فِيْهِ وَسِيْلَتِيْ إِلَيْكَ مِنْ بَيْنِ الْوَسَائِلِ يَا مَنْ لاَ يَشْغَلُهُ إِلْحَاحُ الْمُلِحِّيْنَ


Ya Allah, sempurnakanlah bagiku di bulan ini ibadah-ibadah sunnah, muliakanlah aku di bulan ini dengan memahami setiap masalah (yang kuhadapi), dan dekatkanlah di bulan ini perantaraku menuju ke haribaan-Mu, wahai Dzat yang tak disibukkan oleh rintihan para perintih.


Doa Hari Kedua Puluh Sembilan

اَللَّهُمَّ غَشِّنِيْ فِيْهِ بِالرَّحْمَةِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ التَّوْفِيْقَ وَ الْعِصْمَةَ وَ طَهِّرْ قَلْبِيْ مِنْ غَيَاهِبِ التُّهَمَةِ يَا رَحِيْمًا بِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ


Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu atasku, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini taufik dan penjagaan, dan bersihkan hatiku di bulan ini dari mencela, wahai Dzat yang Maha Pengasih atas hamba-hamba-Nya yang Mukmin.
Doa Hari Ketiga Puluh

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ بِالشُّكْرِ وَ الْقَبُوْلِ عَلَى مَا تَرْضَاهُ وَ يَرْضَاهُ الرَّسُوْلُ مُحْكَمَةً فُرُوْعُهُ بِالأُصُوْلِ بِحَقِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ‏


Ya Allah, kabulkan puasaku di bulan ini sesuai dengan ridha-Mu dan ridha Rasul-Mu (sehingga) cabang-cabangnya kokoh karena pondasinya demi junjungan kami Muhammad dan keluarganya. Dan segala puja bagi Allah Tuhan semesta alam.

Sumber : ICC-jakarta.com